Makalah Cerpen Lengkap
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Menulis adalah suatu kegiatan menuangkan ide atau pemikiran
yang berbentuk pesan ke dalam media tulis. Menuls praktis menurut KBBI adalaah
menulis mudah atau senang melakukannya dengan menentukan objek dan langsung
menuangkan ide. Menulis juga banyak ragamnya. Dalam hal ini penulis akan
membahas mengenai karangan fiksi.
Karangan fiksi merupakan karangan yang berupa
cerita rekaan atau kisah nyata yang dibungkus dengan imajinasi pengarangnya.
Jika dilihat dari bahasa yang digunakan, karangan fiksi ini menggunakan bahasa
konotatif dan bahasa yang komunikatif dan pragmatis. Komunikatif yang dimaksud,
baik dengan pembacanya maupun dengan situasi yang diungkapkan di dalam karangan
tersebut. Jika dilihat dari tujuannya, karangan fiksi ini bersifat menghiburdan
menceritakan suatu peristiwa atau kisah untuk memperluas pengalaman pembaca
baik lahir maupun batin, bahkan lebih jauh dalam karangan fiksi biasanya
terdapat tendensi nilai-nilai yang ingin diterapkan kepada pembaaca.
Cerpen menurut KBBI adalah karangan pendek yang berbentuk
prosa. Dalam cerpen diceritakan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh
pertikaian, peristiwa yang mengharukan, atau menyenangkan dan mengandung pesan yang tak mudah dilupakan.
Kisah
yang diungkapkan dalam cerpen bisa bertolak pada realita atau rekaan yang
dibungkus oleh imajinasi, atau juga kisah imajinasi yang dihubungkan dengan
realita. Dengan itu dapat dipahami oleh pembaca dan pembacapun memperoleh
hiburan batin atau pengalaman batin dalam menikmati nilai sastra yang terdapat
di dalamnya. Sedangkan suatu cerita dapat diperoleh melalui sesuatu yang
dipikirkan, yang disaksikan, atau yang dialami oleh pengarang sendiri dan
kemudian direka-reka menjadi suatu karya yang bernilai.
Cerpen juga merupakan karya sastra. Dalam hal ini akan di
kaji oleh penulis mengenai menulis teknis atau praktis cerpen.
Sebagai
generasi masa depan, kita sebagai generasi muda haruslah giat melakukan
kegiatan menulis. Supaya kegiatan menulis tidak hilang dimakan zaman yang
semakin modern ini yang penuh dengan ilmu-ilmu baru, yang bisa mengecoh
anak-anak bangsa terhadap masa depan bangsanya. Selain dari itu kita juga ikut
mengembangkan dan melestarikan budaya menulis agar tetap ada dan bisa
menuangkan segala ide dan pemikiran dalam sebuah media tulis.
B.
Tujuan Penulisan makalah
Tujuan dibuatnya makalah ini adalaah untuk mendeskripsikan
dan mengkaji mengenai Menulis Teknis atau Menulis Praktis Cerpen. Serta untuk mengetahui apa saja yang akan dibahas dalam
makalah mengenai Menulis Teknis atau Menulis Prakltis Cerpen.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Cerpen
Sebelum kita menuulis sebuah cerpen ada baiknya kita paham
dulu mengenai cerpen. Sebenarnya tidak ada kata baku untuk mendifinisikan
cerpen. Antara satu sastrawan dengan sastrawan lain memiliki rumusan yang tidak
sama. Punketika kita mencoba googling dengan keyword pengertian cerpen dari sekian hasil yang muncul merumuskan dan
menjabarkan dengan cara yang berbeda meskipun intinya menjurus kepada suatu
kesimpulan bahwa cerpen adalah cerita rekaan yang pendek. Pendek disini bukan
berarti hanya terdiri dari satu halaman saja, tapi biasanya sampai beberapa
halaman.
Salah seorang sastrawan A. Bakar Hamid memberi batasan yang
dapat disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitasnya, yaitu
banyaknya jumlah kata yang dipakai: antara 500-20.000 kata. Pengertian
cerpen menurut para ahli Menurut
Wikipedia cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek
cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang
lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena
singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra
seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan
dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya biasa dalam berbagai jenis.
Menurut PLATO, cerpen (karya sastra) adalah tiruan dari
kehidupan nyata. Cerpen ditulis berdasarkan imajinasi pengarangnya. Imajinasi
tersebut sering kali bermula dari pengalaman pengarang yang paling
mengesangkan, baik itu berupa kesedihan, keharuan, kebahagiaan, maupun ketaatan
beragama.
Seorang penulis cerpen pun seringkali mengamati kehidupan
seseorang untuk mendapatkan ide cerita. Kebiasaan tersebut dapat membangkitkan
imajinasi bagi seseorang untuk menulis cerpen.
Setelah kita pahm tetang pengertian
cerpen hala lain yang perlu dipahami sebelum kita menulis cerpen yakni
Unsur-unsur cerpen nah berikut penjelasan singkat mengenai hal tersebut.
B.
Unsur-unsur
Cerpen
Cerpen sebagai salah satu karya rekaan (fiksi), merupaka
satu kesatuan yang terdiri dari berbagai unsur. Unsur-unsur itu saling
berkaitan, tidak terpisahkan satu sama lain. Dan secara bersama-sama membentuk
cerita (Rusyana, 1982 : 65) Unsur-unsur yang membentuk cerpen terdiri dari
unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Unsur
intrinsik adalah isi sustu karya sastra yang berkaitan dengan
kenyataan-kenyataan di luar karya sastra itu (sukada, 1993 : 63).unsur intrinsik
terdiri dari tema, alur, penokohan, latar, setting, gaya bercerita, sudut
pandang, amanat, dan lain-lain.
1.
Tema
Sumarjo dan saini mengemukakan definisi tema adalah ide
sebuah cerita (1991 : 56) sedang Hartako dan Rachmanto mendefinisikan tema
sebagai anggapan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra, dan yang
terkandung dalam teks sebagai unsur sematis (dalam Nurgiyantoro, 1998 : 68).
Kedudukan tema dalam cerpen sangat penting. Tema merupakan inti cerita mengikat
keseluruhan unsure-unsur intrinsik. Kehadiran unsur-unsur seperti alur, latar,
penokohan dan lain-lain adalah sebagai pendukung dari tema.
2.
Alur
Alur adalah struktur naratif bagi seluruh cerita dan harus
dapat menjalankan tugasnya dalam menyelesaikan gagasan hingga menjadi satu
kesatuan cerita yang utuh didalam pengesahan cerita (Sudirman, 1991 : 31).
Selanjutnya menurut Sudirman, pengaluran dalam suatu cerita adalah pengeluaran
urutan penampilan peristiwa untuk memenuhi berbagai tuntutan sehingga peristiwa
itu dapat tersusun dalam hubungan sebab akibat. Pendapat itu dipertegas oleh
sumardjodan Saini dengan mengemukakanbahwa alur adalah rangkaian peristiwa yang
satu sama lain ditimbulkan dengan hubungan sebab akibat. Peristiwa A adalah
penyebab terjadinya peristiwa B, peristiwa B penyebab peristiwa C, dan
seterusnya (1999 : 139). Menurut Sumardjo dan saini alur terdiri atas alur
mundur, alur maju, alur maju mundur dan alur gabungan (1991 : 434). Selanjutnya
masih menurut Sumardjo dan Saini, alur dapat dipecah lagi menjadi bagian-bagian
berikut :
1.
pengenalan;
2.
timbul konflik;
3.
konflik memuncak;
4.
klimaks;
5.
pemecahan masalah (1991 : 44).
Esten
juga menyatakan bahwa alur dapat dibangun oleh bagian-bagian berikut ini
:
1.
situation, bagaimana pengarang melukiskan keadaan;
2.
generating ciraanstance, peristiwa mulai bergerak;
3.
rising action, keadaan mulai memucak;
4.
climax, peristiwa mencapai klimaks.;
5.
decoument, pengarang memberikan peristiwa.
Dari uraian diatas, dapat penulis kemukakan bahwa alur harus
mempunyai rakaan dapat dirangkapkan dengan berbagai cara. Alur harus mempunyai
hubungan yang jelas dengan unsur-unsur lain dalam cerita. Dalam alur terlihat
perkembangan cerita, juga struktur urutan kejadian atau peristiwa dalam cerita
yang disusn secara logis, terjalin dalam hubungan sebab akibat.
3.
Penokohan.
Jones dalam Nugiyantoro mengemukakan bahwa penokohan adalah
gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita (1998
: 165), atau penokohan karakter adalah bagaimana cara pengarang menggambarkan
dan mengembangkan watak tokoh-tokoh dalam cerita rekaan (Esten, 1994). Tokoh
dalam cerpen bias banyak, tetapi berperang sebagai tokoh utama biasanya tidak
lebih dari dua orang. Tokoh lain berfungsi sebagai penegas keberadaan tokoh
utamanya. Tokoh utama biasanya menjadi sentral cerita, baik protagonist ataupun
antagonis. Menurut Sumardjo dan Saini melukiskan watak tokoh dalam cerita dapat
dengan cara sebagai berikut:
- Melalui perbuatan, terutama
sekali bagaimana ia bersikap dalam menghadapi situasi kritis;
- Melalui ucapan-ucapannya;
- Melalui gambaran
fisiknya;
- Melalui keterangan langsung
yang ditulis oleh pengarang (1991 : 65-66).
Sudirman
menyebutkan ada dua metode untuk menggambarkan watak tokoh, yaitu metode
analitik dan metode dramatic. Metode analitik, biasa bias juga di sebut metode
peran adalah pemaparan watak tokoh secara rinci baik ciri fisik maupun
psikisnya. Sedang metode dramatik (metode ragam) adalah penggambaran watak
tokoh melalui pikiran, Ucapan, tingka laku tokoh, lingkungan ataupun dari
penampilan fisik saja.
4.
Latar atau Setting.
Latar atau setting mengarah pada pengertian tempat, hubungan
waktu, dan lingkungan social tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan
(Abrams dalam Nurgiantoro, 1998 : 216), latar bukan hanya menunjukkan tempat
dalam waktu tertentu, tetapi juga ada hal-hal lainnya. Menurut Kenney dalam
Sudjiman, latar meliputi penggambaran lokasi geografis, termasuk topografi
pemandangan, sampai pada rincian perlengkapan sebuah ruangan, pekerjaan atau
kesibukan sehari-hari tokoh-tokoh, waktu berlakunya kejadian, sejarahnya, musim
terjadinya, lingkungan agama, moral, emosional para tokoh (1991 : 44). Fungsi
latar adalah memberikan informasi tentang situasi bagaimana adanya, merupakan
proyeksi keadaan bating para tokoh.latar kaitannya dengan unsur-unsur lain,
sebagai penokohan. Gambaran latar yang tepat bias menentukan gambaran watak
tokoh. Latar dan unsur-unsur lain saling melengkapi agar bias menampilkan
cerita yang utuh.
5.
Gaya Bercerita
Gaya adalah cara khas pengungkapan seseorang dalam
menyampaikan cerita, bukan gaya bahasa. Setiap pengarang memiliki gaya yang
khas dan berbeda dengan pengarang lainnya. Gaya erat kaitannya dengan cara
pandang dan berfikir pengarang. Hal itu tercermin dalam bagaimana seseorang
memilih tema, kata-kata, persoalan, dan meninjau persoalan hingga bias
mencerminkannya dalam sebuah cerita (Sumardjo dan Saini, 1991:2).
6.
Sudut Pandang
Sudut pandang adalah hubungan yang ada diantara pengarang
dengan fiktif rekaannya, atau pengarang dengan pikiran dan perasaan para tokoh
(tarigan, 1984 : 140). Sudut pandang adalah cara atau pandangan yang digunakan
pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, latar, dan berbagai peristiwa
yang membentuk cerita dalam sebuah fiksi, kapada pembaca. Harry Shaw dalam
sudjirman menyatakan bahwa sudut pandang pemisah meliputi:
- Sudut pandang fisik, yaitu
posisi dalam ruang dan waktu yang digunakan pengarang dalam pendekatan
materi cerita;
- Sudut pandang mental, yaitu
perasaan dan sikap pengarang terhadap cerita;
- Sudut pandang pribadi, yaitu
hubungan yang dipilih oleh pengarang dalam membawakan cerita sebagai orang
pertama, kedua atau orang ketiga (1991 : 76).
Sedangkan
Nurgiantoro membedakannya dalam tiga bentuk yaitu
a).
sudut pandang pesona, “aku” terlibat dalam cerita dan bertindak sebagai
pencerita,
b).
sudut pandang pesona ketiga,
c).
sudut pandang antara pesona dengan ketiga (1998 : 76).
Berdasarkan pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa
sudut pandang merupakan strategi, dan teknik yang sengaja dipilih pengarang
untuk mengemukakan gagasannya dalam bentuk cerita.
7.
Amanat
Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan
pengarang pada pembaca. Akhir permasalahan ataupun jalan keluar dari
permasalahan yang timbul dalam sebuah cerita, keduanya bias disebut amanat.
Rusyana mengemukakan pendapatnya tentang amanat, sebagai renungan yang
disajikan kembali kepada pembaca (1982 : 74). Nurgiantoro membaginya dalam dua
wujud atau bentuk, yaitu bentuk penyampaian langsung dan penyampaian tak
langsung (1998 : 335).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Cerpen atau Cerita Pendek
sering sekali kita temukan diberbagai media massa bahkan dipelajaran sekolah,
bener nggak sobat terpopuler? Walaupun sudah sering sekali mendengar kata
Cerpen atau Cerita Pendek namun ternyata masih banyak juga yang belum terlalu
memahami apa itu Pengertian Cerpen dan apa saja ciri-ciri cerpen. Oleh karena
itu, kali ini ayo kita sama-sama membahas tentang Pengertian Cerpen dan
ciri-ciri cerpen serta tidak lupa Unsur Intrinsik Cerpen dan Unsur Ekstrinsik
Cerpen.
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah salah satu
bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan
langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang,
seperti novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses
mengandalkan teknik-teknik sastra,
seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insightsecara
lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang.
Sedangkan Menurut Sumardjo dan Saini Cerpen atau cerita pendek adalah cerita atau
parasi fiktif yang dibuat relatif singkat atau pendek.
B. Saran
Berdasarkan simpulan di atas, ada
beberapa saran antara lain:
1.
Penulis
berharap para pembaca tidak hanya membaca makalah ini dengan iseng-iseng,
tetapi pembaca mau mempelajari isi dari makalan ini untuk pengetahuan atau
penngamalan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pendidikan.
2.
Pembaca
diharapkan untuk dapat mengambil kebaikan-kebaikan yang terdapat dalam makalah
ini, serta bisa mengamalkannya dalam kehidupan.
3.
Pembaca
juga diharapkan untuk dapat memberikan pengarahan apabila dalam makalah ini
masih terdapat kekurangn atau kesalahan, guna untuk memberikan motifasi kepada
penulis untuk lebih baik lagi dalam menyusun malakah.
DAFTAR PUSTAKA
Djuri,
O. Setawan. 2005. Panduan Membuat Karya
Tulis. Bandung: Yrama Widya.
Adul,
J. S. 1985. Bahasa Indonesia Baku.
Jakarta: PT Gramedia.
Nafiah,
A. Hadi. 1981. Anda Ingin Jadi Pengarang.
Surabaya: Usaha Nasional.
Tarigan,
Djago. 1981. Membina Keterampilan Menulis
Paragraf. Bandung: Angasa.
Makalah Cerpen Lengkap
4/
5
Oleh
Unknown
1 komentar:
Dunia Yang Akan Mewujudkan Impian Anda,Kami Akan Memberikan solusi mengatasi masalah ekonomi anda.
ReplyHanya Dengan Bermodalkan Kepercayaan Dan Keyakinan/TOGEL YANG TERBAIK. Kami Hadir Untuk Menjalin Tali Silatuh Rahmi,Guna Untuk Membantu Para Masyarakat Di Muka Bumi Ini ,Dengan Segala Permasalahan Yang Ada,Karena Di Dalam Masyarakat Yang Kita Tahu Saat Sekarang Ini,Masih Banyak Masyarakat Yang Hidup Dibawah Garis Kemiskinan,Untuk Itu,Izinkan Saya Mbah Karwo Untuk Memberikan Solusi Terbaik Untuk Anda Yang Sangat Membutuhkan.Ada Berbagai Cara Untuk Membantu Mengatasi Masalah Perekonomian,Dengan Jalan ; 1,Melalui Angka Togel Jitu ; Supranatural 2,Pesugihan Serba Bisa 3,Pesugihan Uang Balik/Bank ghaib 4,Ilmu Pengasihan 5,DLL HANYA DENGAN BERMODALKAN KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN,INSYA ALLAH ITU SEMUANYA AKAN BERHASIL SESUAI DENGAN KEINGINAN ANDA... Dunia yang akan mewujudkan impian anda dalam sekejab dan menuntaskan masalah keuangan anda dalam waktu yang singkat. Mungkin tidak pernah terpikir dalam hidup kita untuk menyentuh hal hal seperti ini. Ketika terpikirkan kekuasaan, uang dalam genggaman, semua bisa dikendalikan sesuai keinginan kita.Semua bisa diselesaikan secara logika.Tapi akankah logika selalu bisa menyelesaikan masalah kita. Pesugihan Mbah Karwo Mbah memiliki ilmu supranatural yang bisa menghasilkan angka angka putaran togel yang sangat mengagumkan, ini sudah di buktikan member bahkan yang sudah merasakan kemenangan(berhasil), baik di indonesia maupun di luar negeri.. ritual khusus di laksanakan di tempat tertentu, hasil ritual bisa menghasilkan angka 2D,3D,4D,5D.6D. sesuai permintaan pasien.Mbah bisa menembus semua jenis putaran togel. baik itu SGP/HK/Malaysia/Sydnei, maupun putaran lainnya. Mbah Akan Membantu Anda Dengan Angka Ghoib Yang Sangat Mengagumkan "Kunci keberhasilan anda adalah harus optimis karena dengan optimis.. angka hasil ritual pasti berhasil !! BERGABUNGLAH DAN RAIH KEMENANGAN ANDA..! Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar dengan sangat Membutuhkan Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!! Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini 1. Di Lilit Hutang 2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel 3. Barang berharga Anda Sudah Habis Buat Judi Togel 4. Anda Sudah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang tepat Jangan Anda Putus Asa…Selama Mentari Masih Bersinar Masih Ada Harapan Untuk Hari Esok.Kami akan membantu anda semua dengan Angka Ritual Kami..Anda Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya Saja… Apabila Anda Ingin Mendapatkan Nomor Jitu 2D 3D 4D 6D Dari Mbah Karwo Selama Lima Kali Putaran,Silahkan Bergabung dengan Uang Pendaftaran Paket 2D Sebesar Rp. 300.000 Paket 3D Sebesar Rp. 500.000 Paket 4D Sebesar Rp. 700.000 Paket 6D Sebesar Rp. 1.500.000 dikirim Ke Rekening BRI.Atas Nama:No Rekening PENDAFTARAN MEMBER FORMAT PENDAFTARAN KETIK: Nama Anda#Kota Anda#Kabupaten#Togel SGP/HKG#DLL LALU kirim ke no HP : ( 0852-3162-7267 ) SILAHKAN HUBUNGI EYANG GURU:0852-3162-7267