Makalah Berkomunikasi dengan Telephon
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Telpon
Seluler atau disebut juga HP (Hand Phone) telh berkembang dengan sangat pesat.
Jika ditelah ke masa lalu, sesunggunya penggnaan telpon seluler atau HP ini
telah diusulkan oleh dua insinyur dari Labolatorium Bell, yaiut Douglas H Rings
dan W Rae Young pada tahun 1947.
Namun,
teknologi yang mendasarinya belum ada. Selain itu, frequensi yangdigunakan juga
belum dialokasikan. Sistem telepon bergerak otomatis ini kali pertama
diciptakan pada tahun 1956 oleh perusahaan Ericson dan diberi nama MTA atau
Mobile Telelphone System A dan diluncurkan secara komersial di Swedia.
Sayangnya
telepon ini sangat berat yaitu 40 kg. Selanjutnya MTB diperkenalkan pada tahun
1965. Beratnya hanya 9 kg. Pada tahun 1970 seorang insinyur di Labolatorium
Bell, bernama Joel, Jr. berhasil menemukan system yang memungkinkan pesawat
telepon digerakkan ke lokasi lain ketika ada suatu percakapan tanpa kehilangan
hubungan.
Pada tahun
1971 perusahaan AT&T mengusulkan layanan telepon bergerak ke FCC federal
communication commission. Suatu institusi di Amerika Serikat yang mengatur
msalaha komunikasi. Akhirnya FCC menyutujui proposal AMPS advance Mobile
Service pada tahun 1982.
Generasi
pertama ini disebut juga analog cellular services. Pada model ini telepon
selular dirancang untuk komunikasi suara melalui suatu sistem sel-sel dan
isyarat ditransmisikan dalam bentuk analog. Yang dimaksud sel adalah suatu
daerah yang berbentuk heksagonal. Setiap sel dapat terhubung melalui suatu tata
cara yang memungkinkan telepon yang bergerak dari satu sel ke sel lainnya tanpa
kehilangan koneksi. Salah satu sistem yang terkenal pada generasi ini adalah
sistem AMPS.
Pada tahun
1990 an sistem telepon generasi kedua mulai diperkenalkan dan menyajikan
layanan nirkabel digital. Dua sistem ini yang terkenal pada generasi ini adalah
GSM atau Global System Mobile for Communication dan CDMA atau Code Division
Multiple Access. Seperti halnya sistem ditunjukan terutama untuk komunikasi
suara. Kecepatan yang di dukung juga masih rendah yaitu 14,4 kilobit per detik.
Salah satu aplikasi penting pada
CDMA adalah GPS atau Global Positioning System. GPS receiver merupakan sistem
berbasis satelit yang memungkinkan pencarian posisi alat ini setiap saat. GPS
biasa diaplikasikan sebagai alat navigasi.
Perangkat ini
dapat dipasang di taksi untuk memantau keberadaan kendaraan. Saat ini beberapa
ponsel telah dilengkapi dengan GPS.
Sistem
telepon generasi ketiga ini menyediakan layanan yang dinamakan broadband
wireless digital services atau dikeal dengan sebutan 3G. layanan ini mampu
membawa data dengan kecepatan 56 kilobit per detik sehingga 2 megabit per
detik. Itulah sebabnya, teknologi ini mampu digunakan untuk mengirimkan video,
gambar diam atau suara dengan kecepatan yang tinggi.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan
penulisan dari makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana berkomunikasi
dengan Telephon
BAB II
PEMBAHASAN
PengertianTelepon
Telepon
berasal dari kata tele dan phone yang mempunyai pengertian jauh dan mendengar.
Jadi, telepon adalah berbicara dari jarak jauh. Telepon merupakan alat
komunikasi yang paling efektif. Oleh sebab itu, permintaan akan telepon yang
semakin meningkat. Telepon merupakan bagian dari kehidupan manusia sarana
penunjang bisnis. Pengguna telepon terdapat pada berbagai lapisan masyarakat
baik individu atau instansi. Kini telepon sudah dimodifikasi, menjadi alat
komunikasi yang multiguna, dan beraneka ragam model.
BERKOMUNIKASI DENGAN TELEPHONE
A.
Tujuan Menerima Panggilan Telepon
Masuk
1.
Menanyakan
informasi,
2.
Memberikan
informasi,
3.
Meninggalkan
pesan, dan
4.
Persoalan
pribadi.
Ketika seseorang menerima panggilan telepon masuk, ia harus
menanyakan mengenai informasi yang berkaitan dengan penelepon, antara lain:
·
Nama
penelepon,
·
Asal
penelepon,
·
Nomor
telepon penelepon,
·
Dengan
siapa penelepon ingin berbicara,
·
Alasan
penelepon menelepon.
B. Sikap
Dalam Menerima Panggilan Telepon Masuk
1. Caring, yaitu memperhatikan, mendengarkan,
dan mencatat semua isi pembicaraan penelepon.
2. Committed, yaitu merasa terikat dengan
organisasi/perusahaan.
3. Confident, yaitu penuh kayakinan dalam
mengatasi persoalan yang timbul.
4. Considerate, yaitu mempunyai sikap bersahabat
dan menjaga emosi penelepon.
5. Controlled, yaitu mampu menjaga dan mengontrol
emosi pada saat penelepon marah/kecewa karena ada masalah dengan kantor Anda.
Anda harus tetap bersikap baik dan bijaksana.
6. Creative, yaitu kemampuan untuk menemukan cara
yang yang efektif dalam bekerja, seperti:
·
Mencatat
dan menyimpan (sesuai abjad) nama-nama dan nomor telepon para relasi
perusahaan.
·
Menyiapkan
buku khusus untuk mencatat semua telepon masuk dan pesan-pesannya.
·
Menyediakan
buku petunjuk kode-kode wilayah dari Telkom atau dari Indosat untuk memudahkan
Anda melakukan hubungan Interlokal, SLI, dan SLJJ.
7. Contagious, yaitu selalu memelihara keakraban,
kegembiraan, kesejukan dan kedamaian kepada penelepon.
C. Macam-macam Panggilan Telepon Masuk
Macam-macam panggilan telepon masuk, antara lain sebagai
berikut:
1.
Panggilan
berupa keluhan pelanggan yang tidak puas.
2.
Panggilan
dari suplier/pelanggan yang bersifat
meminta informasi.
Misalya:
· permintaan harga/tarif atau
dokumentasi perjalanan,
· Permintaan sponsor suatu kegiatan,
· Permintaan informasi mengenai
kesempatan kerja,
· Permintaan informasi mengenai
promosi hotel atau objek wisata.
3.
Panggilan
permintaan ingin berbicara dengan pimpinan.
4.
Panggilan
yang bernada mengancam.
Ciri-ciri dari telepon bernada mengancam atau mencurigakan,
antara lain sebagai berikut:
1) Si
penelepon tidak mengucapkan salam.
2) Si
penelepon kurang sopan dalam berbicara.
3) Kalimat-kalimat
yang disampaikan si penelepon tidak jelas arah pembicaraannya.
4) Si
penelepon berbicara dengan nada memaksa.
5) Si
penelepon memaksa ingin berbicara dengan pimpinan.
Apabila menerima panggilan telepon yang bersifat mengancam
atau mencurigakan, Anda tidak perlu gugup, tegang atau takut. Hal-hal yang
perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Tetap
tenang.
b. Tidak
terpancing emosi.
c. Tetap
mencatat pesan yang disampaikan oleh penelepon sedetail mungkin:
·
Isu
yang dimunculkan,
·
Nama
penelepon (jika mungkin),
·
Istilah-istilah
yang digunakan,
·
Tanggal
dan waktu menelepon,
·
Jenis
kelamin penelepon,
·
Bahasa
yang digunakan,
·
Latar
belakang khusus suara.
D. Langkah-Langkah Menerima Panggilan
Telepon Masuk
Ada langkah-langkah yang harus ditempuh antara lain:
1.
Menyiapkan
kertas dan alat tulis pensil/ pulpen.
2.
Jangan
membiarkan telepon masuk berdering “lebih dari 3 kali”.
3.
Bicaralah
dengan nada suara yang enak didengar, agar bisa lebih akrab, panggilah si
penelepon dengan namanya, sehingga akan terjalin suasana keakraban.
4.
Berbicara
di pesawat telepon harus terdengar menyenangkan bagi lawan bicara.
5.
Simak
semua pembicaraan dengan seksama dan penuh perhatian dan jangan sekali-kali
memotong pembicaraan.
6.
Hindari
penggunaan kata “apa” atau “hah” bila kata-kata penelepon kurang jelas, karena
terkesan kurang sopan.
7.
Apabila
ada pesan, catatlah dengan teliti semua pesan yang disampaikan penelepon dan
segera sampaikan kepada yang berhak menerima pesan tersebut.
8.
Apabila
pihak penelepon ingin segera berbicara dengan pimpinan, segera operator
telepon, resepsionis, atau sekretaris meminta waktu sebentar untuk konfirmasi
dengan pimpinan, apakah sedang sibuk atau telepon bisa langsung disambungkan.
9.
Akhiri
percakapan telepon dengan mengucapkan terima kasih dan salam penutup.
E. Teknik Menerima Panggilan Telepon
Masuk
1.
Mengangkat telepon
Saat menerima telepon, angkat gagang
pesawat telepon dengan tangan kiri, sementara tangan kanan siap dengan alat
tulis dan buku catatan.
2.
Memberi salam kepada penelepon
Contoh: “Selamat
pagi, PT Danareksa di sini.”
“Selamat
siang, saya Kinanti dari PT Danareksa.”
3.
Menanyakan identitas penelepon
Contoh: “Maaf, bolehkah saya mengetahui dengan siapa saya
berbicara”
4.
Menanyakan
keperluan penelepon
Contoh: “Ya, Ibu Rani, ada yang bisa saya bantu?”
5. Menghubungkan
penelepon dengan pihak penerima telepon
6.
Menciptakan kesan yang baik
a.
Seandainya
si penelepon ingin berbicara langsung dengan pimpinan perusahaan, jawablah
dengan baik-baik dan sopan, seperti “Bisakah Bapak menunggu sebentar?” atau
“Maaf Bu, bisakah Ibu menunggu sebentar?”
b.
Apabila
pimpinan tidak berada di tempat atau karena ada sesuatu hal, sehingga tidak
dapat menerima telepon, maka ada beberapa cara yang harus dilakukan oleh
sekretaris/ resepsionis, yaitu sebagai berikut:
1)
Memberikan
keterangan yang tidak bersifat eksplisit (mendetail) mengenai waktu dan
kegiatan sebenarnya.
Contoh:
|
Keadaan
Sebenarnya
|
Jawaban
yang Taktis dan Bijaksana
|
|
Pimpinan sedang mengadakan rapat
dengan staf ahli.
|
Bapak pimpinan sedang tidak di
tempat sekarang, tetapi beliau akan segera kembali.
|
|
Bapak pimpinan sedang di ruang
bapak Arifin, komisaris perusahaan.
|
Bapak pimpinan sedang keluar
ruangan mungkin di bagian lain, adakah yang bisa kami bantu?
|
|
Bapak pimpinan sedang menelepon.
|
Bapak pimpinan sedang berbicara di
saluran telepon lain atau sedang online.
|
|
Bapak pimpinan pulang karena sakit.
|
Bapak pimpinan sedang tidak di
kantor untuk 1 atau 2 hari ini.
|
|
Bapak pimpinan sedang seminar di
hotel Hilton Singapura.
|
Bapak pimpinan sedang di luar
kota.
|
2)
Berusaha
untuk mendapatkan keterangan.
7. Mengatur suara dalam bertelepon
Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam melakukan komunikasi melalui telepon, antara lain sebagai
berikut.
a.
Jelas
·
Gunakanlah
bahasa Indonesia. Akan tetapi jika harus memakai bahasa daerah atau bahasa
asing, yang dapat dimengerti oleh lawan bicara.
·
Usahakan
tidak memakai “bahasa istilah atau jargon-jargon”.
·
Hindari
pemakaian bahasa gaul atau bahasa “slang” karena mungkin bisa menimbulkan salah
pengertian.
b.
Tidak
monoton.
c.
Tidak
dibuat-buat.
8. Menerima telepon salah sambung
Kadang-kadang kita menerima telepon
salah sambung. Artinya, nomor yang diputar atau ditekan penelepon salah. Kita
dapat mengatakan, antara lain:
“Maaf, ini PT Kivani.”
F. Mencatat
Pesan-Pesan Dari Penelepon
Ada beberapa hal yang harus
dilakukan oleh penerima telepon saat menerima pesan untuk pimpinan, antara lain
sebagai berikut:
1. Berusahalah
untuk selalu mencatat pesan dengan cepat.
2. Catatlah
seluruh pesan secara lengkap.
3. Pakailah
buku catatan khusus untuk mencatat pesan-pesan yang masuk.
Dalam Block Note dan LPT inilah semua pesan dicatat dengan rapi. Hal-hal yang perlu
dilakukan dalam menggunakan Blok Note dan LPT, antara lain sebagai berikut:
a.
Mencatat
semua pesan yang masuk dengan rapi dan jelas.
b.
Membubuhi
tanggal, bulan, dan tahun serta jam pesan tersebut datang.
c.
Mencatat
identitas lengkap penelepon dan nama perusahaannya.
d.
Bila
memungkinkan, mintalah nomor telepon pribadi atau nomor HP, untuk memudahkan
pimpinan menghubungi kembali bila diperlukan.
e.
Letakan
catatan pesan-pesan tersebut di meja pimpinan atau meja karyawan yang berhak
menerima pesan-pesan tersebut agar dapat segera dibaca dan ditindak lanjuti.
G. Langkah-Langkah Melakukan Panggilan
Telepon
Langkah-langkah melakukan panggilan telepon, antara lain:
a.
Seorang
petugas telepon terlebih dahulu harus mengetahui apa tujuannya melakukan
panggilan telepon, yaitu dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut:
1. Mengapa saya menelepon?,
2. Dengan siapa saya ingin berbicara?,
3. Informasi apa yang saya perlukan
atau saya dapatkan?,
4. Apakah memerlukan tindak-lanjut?.
b.
Susun
dengan teratur setiap pesan atau hal-hal yang akan di bicarakan.
c.
Siapkan
nomor telepon yang akan dituju, jangan sekali-kali mengangkat gagang pesawat
telepon sebelum nomor telepon yang dituju siap diputar.
d.
Pulpen/pensil
dan kertas harus selalu siap tersedia pada saat melakukan hubungan telepon.
e.
Angkatlah
gagang pesawat telepon dan tekan nomor telepon yang akan dituju dengan
menggunakan jari telunjuk.
f.
Hindari
menekan atau memutar nomor telepon dengan menggunakan benda lain, seperti:
pulpen, pensil, atau benda-benda lain.
g.
Dengarkan
nada panggil.
h.
Lakukan
panggilan.
i.
Apabila
tidak ada nada sambung, mungkin ada gangguan atau nomor telepon yang dituju
sedang dipakai atau sedang sibuk, segera letakan kembali gagang pesawat telepon
dengan perlahan dan hati-hati. Tunggu beberapa saat, kemudian cobalah lakukan
panggilan telepon kembali sampai tersambung.
j.
Apabila
telepon sudah tersambung, katakan segera:
·
Salam
pembuka, misalnya : selamat pagi/siang/sore.
·
Sebutkan
nama instansi/kantor yang Anda hubungi dan nomor telepon yang dituju, untuk
meyakinkan bahwa Anda tidak salah sambung, sehingga pembicaraan selanjutnya
dapat berjalan dengan baik.
k.
Sebutkan
nama yang diajak bicara sesering mungkin, apabila sudah mengenalnya. Hal ini
hanya untuk lebih menjalin keakraban dan yang diajak berbicarapun akan merasa
dihargai.
l.
Segera
lakukan bisnis atau utarakan dengan baik dan sopan maksud serta tujuan
menelepon.
m.
Apabila
pembicaraan harus ditindaklanjuti, aturlah tindaklanjutnya.
n.
Tutuplah
pembicaraan dengan ucapan terima kasih dan salam penutup serta letakan gagang
pesawat telepon dengan perlahan dan hati-hati.
H. Teknik Melakukan Panggilan Telepon
1. Sebelum
melakukan panggilan telepon
·
Siapkan
nomor telepon yang akan dihubungi. Jangan mengangkat gagang telepon sebelum
Anda benar-benar yakin nomor telepon yang dihubungi sudah ada.
·
Menetapkan
nama orang, sebutkan dengan jelas nama orang yang akan dihubungi
(posisi/jabatan dan bagian apa).
·
Selalu
menyiapkan buku catatan untuk mencatat hasil pembicaraan atau untuk menulis
pokok-pokok pembicaraan.
·
Susun
rencana, apa yang Anda ingin katakan, kepada siapa Anda ingin menyampaikan,
sasaran dan harapan apa yang Anda ingin capai. Siapkan pertanyaan-pertanyaan
yang mungkin diajukan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
2.
Saat melakukan panggilan telepon
·
Angkat
gagang pesawat telepon dan dengar nada pilih.
·
Tekan
atau putar nomor telepon yang dituju.
·
Sesuaikan
nomor kode wilayah, lokal, interlokal, atau internasional.
Contoh : Interlokal ke Cirebon
Nomor telepon : 206196
Kode wilayah : 0231
Cara menelepon : (0231) 206196
·
Apabila
nada sambung telepon sedang sibuk, tutuplah telepon sejenak kemudian tekan atau
putar kembali nomor yang dituju, atau tekan tombol REDIAL.
·
Apabila
hubungan telah tersambung dan penerima telepon telah mengangkat telepon,
pastikan terlebih dahulu bahwa nomor telepon yang dituju benar, barulah
mengutarakan maksud dan tujuan.
·
Sebelum
menyampaikan maksud dan tujuan, sebutkan dahulu identitas dan kantor.
Contoh: “Selamat pagi! Saya Davina
dari Multivision Plus, bisakah saya berbicara dengan Dude Herlino?”
·
Pada
saat menelepon, kendalikan pembicaraan Anda.
·
Utarakan
dengan jelas dan singkat maksud dan tujuan Anda menelepon.
·
Konfidensial,
menjaga kerahasiaan pembicaraan adalah hal yang sangat penting dalam melakukan
hubungan lebih lanjut.
·
Catat
semua jawaban yang diterima.
·
Setelah
selesai, ucapkan salam penutup.
3.
Menyampaikan pesan telepon
·
Berilah
waktu kepada lawan bicara Anda di telepon untuk mencatat pesan yang ingin Anda
sampaikan.
·
Saat
Anda mendiktekan nama-nama, angka-angka, berilah jeda sejenak pada potongan
kalimat untuk memberikan waktu lawan bicara Anda mencatat pesan Anda tersebut.
·
Mintalah
lawan bicara Anda untuk membacakan kembali pesan yang telah Anda sampaikan.
4. Meletakan
gagang telepon
Setelah pembicaraan selesai, segera letakan gagang pesawat
telepon dengan hati-hati dan perlahan agar menimbulkan kesan yang baik terhadap
penerima telepon.
5. Menutup
pembicaraan
Apabila semua data yang dibutuhkan sudah diperoleh, segera
ucapkan terima kasih.
Contoh: “Terima kasih atas segala informasi Bapak, selamat
pagi!”
I. Hambatan-Hambatan
dalam Bertelepon
1. Faktor
kondisi fisik peralatan telepon
a. Suara
berisik tidak jelas.
b. Suara
hilang-timbul.
c. Suara
tiba-tiba mengecil.
d. Saat
memutar/menekan nomor telepon tidak terdengar nada kontak.
e. Tidak
terdengar nada sambung.
f. Tiba-tiba sambungan terputus di saat percakapan berlangsung.
2. Faktor
pemakai (komunikator dan komunikan)
a. Berbicara
berdecak atau berbicara di telepon sambil makan.
b. Berbicara
monoton dan tidak jelas mengucapkannya.
c. Berbicara
terlalu cepat.
d. Meninggalkan
telepon sambil berbicara kepada orang lain.
e. Berbicara
sambil bersenda gurau.
f. Berbicara sambil kepala bergerak ke kiri dan ke kanan.
g. Berbicara
dengan desah nafas terdengar.
h. Letak
gagang pesawat telepon terlalu ke atas atau ke bawah.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Telepon
berasal dari kata tele dan phone yang mempunyai pengertian jauh dan mendengar.
Jadi, telepon adalah berbicara dari jarak jauh. Telepon merupakan alat
komunikasi yang paling efektif. Oleh sebab itu, permintaan akan telepon yang
semakin meningkat. Telepon merupakan bagian dari kehidupan manusia sarana
penunjang bisnis. Pengguna telepon terdapat pada berbagai lapisan masyarakat
baik individu atau instansi. Kini telepon sudah dimodifikasi, menjadi alat
komunikasi yang multiguna, dan beraneka ragam model.
2. Hal-hal
yang perlu diperhatikan ketika mencatat pesan yaitu :
·
mencatat tanggal, waktu, nama lengkap
penelpon, nama perusahaan, nomor telepon, isi pesan untuk pimpinan, tanda
tangan penerima telepon.
·
memindahkan segera ke lembar pesan
telepon (LPT).
·
meletakkan pesan telepon diatas meja
orang yang dituju atau diatas meja pimpinan agar mudah terlihat
·
meletakkan pesan telepon pada tempatnya
kembali.
3. Tujuan Menerima Panggilan Telepon
Masuk
·
Menanyakan
informasi,
·
Memberikan
informasi,
·
Meninggalkan
pesan, dan
·
Persoalan
pribadi.
Ketika seseorang menerima panggilan telepon masuk, ia harus
menanyakan mengenai informasi yang berkaitan dengan penelepon, antara lain:
·
Nama
penelepon,
·
Asal
penelepon,
·
Nomor
telepon penelepon,
·
Dengan
siapa penelepon ingin berbicara,
·
Alasan
penelepon menelepon.
Sumber
Makalah Berkomunikasi dengan Telephon
4/
5
Oleh
Unknown
1 komentar:
Dunia Yang Akan Mewujudkan Impian Anda,Kami Akan Memberikan solusi mengatasi masalah ekonomi anda.
ReplyHanya Dengan Bermodalkan Kepercayaan Dan Keyakinan/TOGEL YANG TERBAIK. Kami Hadir Untuk Menjalin Tali Silatuh Rahmi,Guna Untuk Membantu Para Masyarakat Di Muka Bumi Ini ,Dengan Segala Permasalahan Yang Ada,Karena Di Dalam Masyarakat Yang Kita Tahu Saat Sekarang Ini,Masih Banyak Masyarakat Yang Hidup Dibawah Garis Kemiskinan,Untuk Itu,Izinkan Saya Mbah Karwo Untuk Memberikan Solusi Terbaik Untuk Anda Yang Sangat Membutuhkan.Ada Berbagai Cara Untuk Membantu Mengatasi Masalah Perekonomian,Dengan Jalan ; 1,Melalui Angka Togel Jitu ; Supranatural 2,Pesugihan Serba Bisa 3,Pesugihan Uang Balik/Bank ghaib 4,Ilmu Pengasihan 5,DLL HANYA DENGAN BERMODALKAN KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN,INSYA ALLAH ITU SEMUANYA AKAN BERHASIL SESUAI DENGAN KEINGINAN ANDA... Dunia yang akan mewujudkan impian anda dalam sekejab dan menuntaskan masalah keuangan anda dalam waktu yang singkat. Mungkin tidak pernah terpikir dalam hidup kita untuk menyentuh hal hal seperti ini. Ketika terpikirkan kekuasaan, uang dalam genggaman, semua bisa dikendalikan sesuai keinginan kita.Semua bisa diselesaikan secara logika.Tapi akankah logika selalu bisa menyelesaikan masalah kita. Pesugihan Mbah Karwo Mbah memiliki ilmu supranatural yang bisa menghasilkan angka angka putaran togel yang sangat mengagumkan, ini sudah di buktikan member bahkan yang sudah merasakan kemenangan(berhasil), baik di indonesia maupun di luar negeri.. ritual khusus di laksanakan di tempat tertentu, hasil ritual bisa menghasilkan angka 2D,3D,4D,5D.6D. sesuai permintaan pasien.Mbah bisa menembus semua jenis putaran togel. baik itu SGP/HK/Malaysia/Sydnei, maupun putaran lainnya. Mbah Akan Membantu Anda Dengan Angka Ghoib Yang Sangat Mengagumkan "Kunci keberhasilan anda adalah harus optimis karena dengan optimis.. angka hasil ritual pasti berhasil !! BERGABUNGLAH DAN RAIH KEMENANGAN ANDA..! Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar dengan sangat Membutuhkan Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!! Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini 1. Di Lilit Hutang 2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel 3. Barang berharga Anda Sudah Habis Buat Judi Togel 4. Anda Sudah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang tepat Jangan Anda Putus Asa…Selama Mentari Masih Bersinar Masih Ada Harapan Untuk Hari Esok.Kami akan membantu anda semua dengan Angka Ritual Kami..Anda Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya Saja… Apabila Anda Ingin Mendapatkan Nomor Jitu 2D 3D 4D 6D Dari Mbah Karwo Selama Lima Kali Putaran,Silahkan Bergabung dengan Uang Pendaftaran Paket 2D Sebesar Rp. 300.000 Paket 3D Sebesar Rp. 500.000 Paket 4D Sebesar Rp. 700.000 Paket 6D Sebesar Rp. 1.500.000 dikirim Ke Rekening BRI.Atas Nama:No Rekening PENDAFTARAN MEMBER FORMAT PENDAFTARAN KETIK: Nama Anda#Kota Anda#Kabupaten#Togel SGP/HKG#DLL LALU kirim ke no HP : ( 0852-3162-7267 ) SILAHKAN HUBUNGI EYANG GURU:0852-3162-7267