MATERI DIKLAT PENYELENGGARAAN
KELOMPOK KERJA GURU (KKG) TINGKAT SD SE KABUPATEN PIDIE DAN PIDIE JAYA
(POLA 54 JAM )
TANGGAL 09 S/D 14 NOVEMBER 2015
Kebijakan
Dinas Pendidikan dan Orientasi Pelatihan
Undang-undang
RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mempersyaratkan guru untuk: (1)
memiliki kualifikasi
akademik minimum S1/D4;
(2) memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik,
kepribadian, sosial, dan profesional; dan (3) memiliki sertifikat pendidik.
Dengan
diberlakukannya Undang-undang ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang
tepat bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya melalui pelatihan,
penulisan karya ilmiah, pertemuan di Kelompok Kerja Guru (KKG). Dengan demikian
KKG memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan professional guru.
Untuk mewujudkan peran KKG dalam pengembangan
profesionalisme guru,
maka peningkatan kinerja kelompok kerja guru (KKG) merupakan masalah yang
mendesak untuk dapat direalisasikan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk
meningkatkan kinerja KKG melalui berbagai pelatihan instruktur dan guru inti,
peningkatan sarana dan prasarana, dan peningkatan mutu manajemen KKG. Namun
demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan
kinerja KKG yang berarti. Di beberapa daerah menunjukkan peningkatan kinerja
KKG yang cukup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih
memprihatinkan.
Berdasarkan masalah ini, maka
diperlukan analisis yang mendalam mengenai rendahnya kinerja KKG. Dari berbagai
pengamatan dan analsis, sedikitnya ada empat faktor yang menyebabkan kinerja
KKG tidak mengalami peningkatan secara merata.
Kebijakan dan penyelenggaraan KKG menggunakan
pendekatan education production function atau input-output analisis yang
tidak dilaksanakan secara konsekuen. Pendekatan ini melihat bahwa KKG berfungsi
sebagai pusat produksi yang apabila dipenuhi semua input (masukan) yang
diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut, maka lembaga ini akan menghasilkan
output yang diharapkan. Pendekatan ini menganggap bahwa apabila input KKG
seperti pelatihan guru dan perbaikan sarana dan prasarana lainnya dipenuhi,
maka peningkatan kinerja. KKG (output) secara otomatis akan terjadi. Dalam
kenyataan, peningkatan kinerja KKG yang diharapkan tidak terjadi. Karena selama
ini dalam menerapkan pendekatan education production function terlalu
memusatkan pada input pendidikan dalam hal ini guru yang mengikuti kegiatan KKG
dan kurang memperhatikan pada proses kinerja. Padahal, proses kinerja sangat
menentukan output kegiatan KKG
MATERI DIKLAT PENYELENGGARAAN KELOMPOK KERJA GURU (KKG) TINGKAT SD SE KABUPATEN PIDIE DAN PIDIE JAYA
4/
5
Oleh
Unknown